Langsung ke konten utama

Postingan

FROM AFAR

☘️ Ada hari-hari ketika aku merasa sudah begitu jauh berjalan. Begitu banyak hal kupelajari tentang tenang, tentang sabar, tentang menerima. Namun kemudian datang hari seperti ini, hari di mana aku kembali menjadi seseorang yang berusaha kupahami, tetapi belum bisa kucintai sepenuhnya. Aku marah lagi. Padahal sudah berjanji tidak akan. Lucu rasanya, betapa sering aku percaya bahwa aku telah tumbuh. Kupikir dengan membaca banyak buku, dengan menuliskan catatan reflektif tentang kedewasaan dan pengendalian diri, aku sudah menaklukkan sisi gelap yang dulu mudah terbakar. Ternyata, aku hanya menidurkannya sebentar. Semua buku tentang pengendalian diri yang pernah kubaca tiba-tiba terasa seperti teori tanpa jiwa. Kalimat yang dulu memberiku harapan kini hanya gema kosong di kepalaku. Mereka menatapku tanpa suara, seolah ikut kecewa karena aku gagal lagi. Rasanya sia-sia. Meskipun tidak begitu. Seolah semua jam belajar menjadi tenang itu hanyalah sandiwara yang kupentaskan untuk menenangkan ...
Postingan terbaru

DARIKU, UNTUKKU (RASA SYUKUR)

Hari ini… aku duduk sendiri di ruang kerja. Di negara orang, jauh dari rumah, sendirian menghadapi hari-hari yang rasanya… makin sunyi. Aku buka laptop, di sebelah ada sandwich yang setengah kumakan, dan sebungkus mochi yang belum juga disentuh. Entah kenapa, semuanya terasa hambar. Bukan karena rasanya, tapi karena pikiranku sedang kosong. Atau... mungkin penuh. Aku sempat mengeluh dalam hati. Tentang rasa bosan. Tentang kesepian. Tentang rutinitas yang terasa kaku. Tentang makanan yang nggak menggugah selera. Tentang perasaan hampa yang datang diam-diam. Lalu aku buka HP. Cuma iseng. Tapi yang aku temukan, bukan hiburan, melainkan hantaman. Lagi, lagi dan lagi.  Aku melihat cuplikan video. Seorang anak kecil di Gaza. Duduk di lantai penuh puing dan debu, memegang sepotong roti kering isi rumput. Tapi dia tersenyum. Bukan senyum terpaksa. Tapi senyum tulus, yang membuatku diam. Terpaku. Dan malu. Aku langsung berpikir, kenapa aku bisa-bisanya ngeluh? Aku memang jauh dari keluargak...